Simak Sejumlah Fakta Menarik Jelang Duel Liverpool vs PSG



KampusBola.com –

Liverpool – Pada laga perdana Grup C Liga Champions 2018/19 hari Rabu(19/8) dini hari, PSG akan menantang tuan rumah Liverpool di Stadion Anfield, Selasa(18/9).

Bermain di kandang sendiri, The Reds lebih diuntungkan dan siap mengamankan tiga poin dari PSG. Berikut adalah sejumlah fakta menarik yang melatarbelakangi duel tersebut,

Ketiga pemain Liverpool, Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah masing-masing bisa mencetak lebih dari 10 gol dalam satu musim Liga Champions.

Dari 14 laga melawan tim asal Inggris di Liga Champions, striker PSG, Edinson Cavani mencetak 8 gol.

Jumlah assist yang dibuat James Milner merupakan yang terbanyak dalam satu musim Liga Champions yaitu sebanyak 8 assist dan menyamai rekor Neymar.

Dari 4 pertemuan dengan tim asal Inggris, PSG gagal meraih kemenangan dan hanya satu kali berhasil mempertahankan gawangnya.

Ini adalah kali pertama tim Prancis bertemu dengan Liverpool di Liga Champions sejak tahun 2019/10.

(Yayan – satupedia.com).

Spalletti : “Tottenham Bergantung Pada Kane”



KampusBola.com –

Milan – Inter Milan bakal melakoni laga berat saat menjadi tuan rumah bagi Tottenham Hotspur di laga pertama Grup B Liga Champions 2018/19, malam WIB nanti. Duel ini diprediksi bakal berjalan ketat karena kedua tim sama-sama mencari pelampiasan usai menuai kekalahan di liga masing-masing.

Spalletti : "Tottenham Bergantung Pada Kane"

Untuk kali pertama sejak musim 2011/12 Inter kembali berkiprah di Liga Champions. Mereka cukup lama absen di kompetisi antar klub terbaik di Eropa tersebut. Karena itulah pelatih Inter, Luciano Spalletti menekankan pada timnya akan nilai penting laga tersebut.

“Upaya yang kami lakukan tahun lalu untuk bermain di kompetisi ini adalah motivasi yang bisa melampaui semua rasa kurang pengalaman atau ketakutan untuk keluar dan bermain,” kata Spalletti di fourfourtwo.

“Kami melalui periode yang tidak bagus, tetapi seperti yang saya katakan, ini adalah jenis pertandingan yang bisa mengubah banyak hal dengan cepat.”

Terkait calon lawan yang akan mereka hadapi nanti, Tottenham Hotspur, manager asal Italia itu menyoroti keberadaan penyerang Harry Kane yang ia anggap sebagai pilar utama skuad besutan Mauricio Pochettino.

“Kami sudah melihat pertandingan Tottenham dan kami melihat dia (Kane) bekerja keras di setiap situasi. Dalam hal kemampuan lari, anda melihat angka yang diharapkan pada seorang striker.”

“Tottenham sangat bergantung padanya karena dia adalah pemain yang bisa mundur cukup jauh, namun kemudian bergerak mengejar umpan silang padanya,” sambung Spalletti.

“Dia bagus dalam hal menemukan pemain yang berlari mengitarinya untuk menerima umpan.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

Eks Liverpool Puji Skema Serangan Chelsea Musim Ini



KampusBola.com –

Liverpool – Pengamat sepakbola yang juga eks punggawa Liverpool, memuji perubahan positif yang ditunjukkan oleh Chelsea awal musim ini. Tim asal Ibukota itu menyudahi 5 laga awal mereka di Premier League dengan kemenangan dan kini berada di puncak tabel klasemen.

Eks Liverpool Puji Skema Serangan Chelsea Musim Ini

Usai mendepak Antonio Conte di kursi manager, Chelsea diprediksi bakal mengalami kesulitan di musim 2018/19. Pasalnya mereka menggaet mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri yang secara karakter sangat berbeda dengan Conte.

Namun Chelsea menunjukan hal yang sebaliknya, mereka mampu beradaptasi dengan cepat dan berhasil menerjemahkan skema permainan terbuka yang sudah menjadi ciri khas Sarri selama ini.

Dalam pernyataannya, Carragher telah melihat perubahan dalam skuad Chelsea sejak pertama kali The Blues melakoni laga mereka musim ini dengan menumbangkan Huddersfield 3-0.

“Hal pertama yang dilakukan timnya (Sarri) adalah laga tandang Premier League kontra Huddersfield dan dengan sepak mula (kick-off) mereka anda melihat itu dan berpikir ‘oke, itu berbeda’,” kata Carragher di skysports (18/09/2018).

“Anda melihat tujuh pemain mereka nyaris berada di garis tengah lapangan.”

“Alasan saya menyukai ini adalah karena saya benci melihat tim yang melakukan sepak mula dan bola berakhir di kiper mereka sendiri. Anda harus membawa bola ke depan, berusaha menyerang,” sambungnya. (Edy – satupedia.com)