Xhaka Senang Diizinkan Ozil Lakukan Tendangan Bebas



KampusBola.com –

London – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka mempersembahkan gol spektakuler lewat tendangan bebas kala The Gunners menumbangkan Newcastle dengan skor 2-1, akhir pekan lalu. Dia kemudian berterima kasih pada Mesut Ozil yang telah memberinya kesempatan untuk mengambil tendangan bebas.

Xhaka Senang Diizinkan Ozil Lakukan Tendangan Bebas

Hasil positif lawan Newcastle memang sangat dibutuhkan oleh Arsenal. Pasalnya, pasukan arahan pelatih Unai Emery itu diharuskan untuk menjaga periode positif mereka di awal musim ini usai menuai dua kekalahan beruntun di dua pertandingan perdana.

Dalam pernyataannya Xhaka mengakui bahwa timnya sempat kesulitan meladeni Newcastle di paruh pertama. Barulah saat memasuki babak kedua, Arsenal mulai bisa keluar dari tekanan.

“Tidak benar-benar bagus. Saya pikir kami memulai laga dengan sulit di 20 menit pertama,” buka Xhaka dikutip dari laman resmi arsenal (17/09/2018).

“Setelahnya, kami baru menguasai pertandingan. Babak kedua berjalan dengan sangat baik untuk kami dan saya pikir ini adalah tiga poin yang sangat penting bagi kami.”

Xhaka juga memuji kebesaran hati Ozil yang mengizinkan dirinya untuk menjadi eksekutor tendangan bebas. Dan tugas tersebut dijawab dengan tuntas lewat lesakan golnya.

“Ya, Mesut (Ozil) mengatakan bahwa saya boleh menendang! Kami sudah melakukan banyak percobaan di sesi latihan dan saya senang bisa mencetak gol,” pungkas dia. (Edy – satupedia.com)

Soal Popularitas di EPL, Mourinho Juaranya



KampusBola.com –

Inggris – Bila dibandingkan dengan pelatih Arsenal, Unai Emery, pelatih Manchester United, Jose Mourinho lebih populer di media sosial dan dinobatkan sebagai pelatih Premier League terpopuler dengan cuitan di Twitter sebanyak 582.853 cuitan, Kamis(13/9).

Dan berikut ini adalah urutan cuitan terbanyak di Twitter dari para pelatih klub ternama,

Jose Mourinho – Manchester United (582.853)

Unai Emery – Arsenal (146,600)

Jürgen Klopp – Liverpool (128,630)

Maurizio Sarri – Chelsea (121,405)

Rafael Benítez – Newcastle United (59,570)

Pep Guardiola – Manchester City (55,201)

Mauricio Pochettino – Tottenham Hotspur (42,346)

Marco Silva – Everton (20,808)

Roy Hodgson – Crystal Palace (15,449)

Claude Puel – Leicester City (14,375)

(Yayan – satupedia.com).

Dukungan Untuk Emery Datang Lagi Dari Eks Arsenal



KampusBola.com –

London – Eks punggawa Arsenal, Tomas Rosicky memiliki keyakinan Unai Emery mampu membawa The Gunners memasuki era baru yang lebih baik. Dia menilai mantan pelatih PSG itu punya berpengalaman untuk mengantar pasukan arahannya kembali meraih kesuksesan.

Dukungan Untuk Emery Datang Lagi Dari Eks Arsenal

Pelatih asal Spanyol itu memang mendapat sambutan yang kurang baik di awal musim Premier League 2018/19. Pasalnya Mesut Ozil Cs menuai dua kekalahan beruntun. Skema yang diusung oleh sang pelatih masih belum bisa diterjemahkan dengan baik oleh para pemain.

Walau demikian, Rosicky menilai ada sejumlah hal positif yang bisa dipetik dari laga tersebut. Meski belum sempurna, namun permainan Arsenal dianggap sudah menunjukkan perkembangan yang baik.

“Terdapat beberapa positif, beberapa hal negatif. Kita harus terbiasa menerima hal itu dan harus senang melihat tim ini berkembang,” kata Rosicky di tribalfootball (12/09/2018).

“Tim ini bisa mencetak gol, bahkan di laga sulit saat tandang melawan Chelsea, itulah yang penting. Jelas ada banyak hal positif, banyak hal negatif juga karena tim ini juga kebobolan.”

“Unai Emery sangat berpengalaman dan meraih banyak kesuksesan di mana pun dia berada. Saya percaya padanya dan saya berharap dia akan melakukan tugasnya dengan baik.”

“Dan kita akan melihat tim ini tumbuh dan berkembang,” tutup dia. (Edy – satupedia.com)

Soal Peran Lacazette, Keown Sarankan Ini Untuk Emery



KampusBola.com –

London – Eks punggawa Arsenal, Martin Keown mengaku mengagumi penampilan dan sikap yang ditunjukkan oleh Alexandre Lacazette. Karena itulah ia pada pelatih anyar Unai Emery agar menjadikan sang penyerang sebagai pusat permainan The Gunners.

Soal Peran Lacazette, Keown Sarankan Ini Untuk Emery

Pemain berusia 27 tahun itu musim lalu telah menunjukkan penampilan apik bersama The Gunners jika dilihat dari koleksi golnya. Dari 32 laga yang ia jalani di Premier League, Lacazette mengemas 14 gol plus lima assist.

Sementara sejauh musim ini berjalan, penyerang asal Prancis itu kerap diturunkan sebagai pemain pengganti. Ia masuk dari deretan bangku cadangan di laga menghadapi Manchester City, Chelsea dan West Ham.

Namun saat melawan Cardiff City, ia turunkan sejak menit awal. Kepercayaan sang pelatih kemudian dibalasnya dengan mengemas satu gol dan satu assist dan mengantarkan Arsenal menang dengan skor 3-2.

“Saya pikir perhatian khusus harus diarahkan pada Alexandre Lacazette. Seberapa sabarnya ia selama ini? Sikapnya begitu tanpa cela,” tulis Keown dalam kolomnya untuk Daily Mail (08/09/2018).

“Emery menggunakan dirinya sebagai pemain pengganti di tiga pertandingan Premier League pertamanya, kemudian ia akhirnya jadi starter melawan Cardiff.”

“Jadi, apa yang ia lakukan? Ia bermain dan mencetak gol kemenangan. Lacazette sekarang harus bermain dan ia harus jadi pusat permainan mereka. Kredit penuh untuknya,” pujinya. (Edy – satupedia.com)

Legenda Liverpool Kritik Strategi Pelatih Anyar Arsenal



KampusBola.com –

Liverpool – Eks punggawa Liverpool, Graeme Souness melontarkan kritik terkait strategi yang dikembangkan oleh pelatih baru Arsenal Unai Emery. Menurut sang legenda, pasukan London Utara bisa bermain lebih nyaman bila tidak mendengarkan taktik arsitek tim asal Spanyol itu.

Legenda Liverpool Kritik Strategi Pelatih Anyar Liverpool

Dalam penyataannya Souness mengatakan bahwa The Gunners seharusnya tak memaksakan diri untuk memainkan strategi dari belakang saat mereka menang dramatis atas Cardiff City.

Di laga lanjutan Liga Primer Inggris pekan keempat itu, Mesut Ozil Cs mencetak kemenangan dengan skor tipis, 3-2.

“Bagi Arsenal, masalah yang mereka hadapi hari ini adalah mengendalikan diri mereka sendiri di tahapan awal pertandingan, mereka mencoba menggulirkan bola keluar [dari belakang],” ujar Souness kepada Sky Sports (04/09/2018).

“Pada tahapan awal dalam pertandingan, semua pemain bermain ambisius, termotivasi penuh, dan terlihat memaksakan diri di hadapan sang lawan.”

“Saya menilai di awal-awal pertandingan, di mana belum banyak berubah ketika tim bermain, mereka harus menerjang sang lawan di 15 menit pertama, membuat lapangan terasa lebar, lalu Anda bisa mulai menggulirkan bola [dari belakang].”

“Menggulirkan bola pada lima sampai sepuluh ment pertama, maka semua pemain akan tertuju pada Anda,” jelasnya. (Edy – satupedia.com)