Bos Inggris Menilai Timnya Kini Bermain Lebih Fleksibel



KampusBola.com –

London – Arsitek timnas Inggris, Gareth Southgate, mengaku senang dengan skema barisan belakang timnya yang baru ia coba pada laga uji tanding menghadapi Kroasia. Menurutnya, The Three Lions kini bisa bermain lebih fleksibel saat menguasai bola.

Bos Inggris Menilai Timnya Kini Bermain Lebih Fleksibel

Pada laga menghadapi Kroasia di Rijeka yang berakhir imbang tanpa gol, Southgate memilih untuk menanggalkan formasi tiga bek yang biasa digunakan Inggris di Piala Dunia 2018 yang lalu. Sebagai gantinya, juru racik berusia 48 tahun itu kembali ke formasi klasik timnas Inggris yakni 4-4-2.

Namun, Southgate melakukan sedikit perubahan dan menurutnya berjalan dengan baik. Pada pertandingan menghadapi Kroasia, Southgate menurunkan John Stone dan Harry Maguire di jantung pertahanan. Kemudian di posisi bek sayap ada Kyle Walker dan Ben Chilwell. Ada empat bek sejajar di lini belakang ketika Inggris dalam posisi bertahan.

Namu, saat menguasai bola, Walker dan Chilwell diberi kebebasan untuk ikut menyerang. Sebagai gantinya, ada Eric Dier yang turun ke bawah dan membentuk pola bermain dengan tiga bek. Skema ini berjalan cukup sukses saat meladeni Kroasia.

“Kami berhasil membangunnya dan itu adalah posisi yang tepat untuk Eric Dier. Ada momen Stones dan Maguire bermain berdua dan Dier lebih maju. Itu artinya, dua fullback kami bisa lebih tinggi dan kami punya banyak opsi,” ucap Southgate pada Four Four Two. (Edy – satupedia.com)

Southgate Masih Menunggu Perkembangan Kondisi Shaw



KampusBola.com –

London – Nahkoda timnas Inggris, Gareth Southgate, belum bisa memastikan bagaimana kondisi terbaru yang dialami oleh bek kiri Luke Shaw usai mengalami benturan keras pada kepala. Karena itulah Southgate memilih untuk tidak mengambil resiko dengan kondisi anak asuhnya tersebut.

Southgate Masih Menunggu Perkembangan Kondisi Shaw

Bek Manchetser United itu mengalami cedera cukup parah saat memperkuat Inggris di laga menghadapi Spanyol pada even UEFA Nations League, Minggu (09/09/2018) dini hari WIB tadi. Pemain berusia 23 tahun itu terlibat kontak fisik bek Spanyol Dani Carvajal sehingga membuat dirinya sempat tak sadarkan diri.

Beruntung tim medis cepat tanggap mengatasi situasi tersebut dengan memberikan bantuan oksigen untuk Shaw. Pemain yang baru saja pulih dari cedera lutut itu kemudian di bawa keluar lapangan dengan penyangga tulang leher.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Southgate masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana cedera yang dialami oleh Shaw.

“Luka Shaw duduk di ruang ganti dan dia bisa berbicara. Dia nampak dalam kondisi yang cukup baik. Tapi, kami baru bisa menilai kondisinya setelah esok hari,” buka Southgate (09/09/2018).

“Sulit untuk menjelaskannya. Kami akan melakukan beberapa tes medis. Itu adalah sebuah benturan yang keras dan jatuhnya tidak bagus. Kami tidak akan mengambil resiko dengan kesehatannya. Kami senang dengan kontribusinya,” sambungnya. (Edy – satupedia.com)

Demi Timnas Inggris, Joe Gomez Siap Bermain di Posisi Manapun



KampusBola.com –

Inggris – Bek Liverpool, Joe Gomez  yang kembali dipanggil pelatih Gareth Southgate di jeda internasional kali ini mengaku siap bermain di posisi manapun di masa depan demi Timnas Inggris, Sabtu(08/9).

“Pemanggilan ini benar-benar masif untuk diri saya. Saya mengalami pergolakan batin yang cukup panjang, di mana saya merasa seharusnya saya bisa melakukan sesuatu untuk tim ini,” buka Gomez.

“Saya tidak akan bohong bahwa segalanya terasa berat saat melihat tim ini bermain dengan sangat baik. Sebagai seorang fans saya senang Tim ini bermain dengan baik, namun di sisi lain ada penyesalan ketika saya tidak dipanggil oleh tim ini. Namun itu semua sudah berlalu dan saya siap memberikan segalanya untuk tim ini,” terangnya.

“Sebagai gambaran saya sangat senang dipercaya bermain sebagai bek tengah di Premier League, karena dahulu saya selalu bilang bahwa saya ingin bermain di tengah,” imbuhnya.

“Saya sendiri senang bermain di posisi manapun untuk tim ini, karena saya punya kesempatan untuk mewujudkan tujuan pribadi saya, yaitu bermain di pertandingan pertama nanti,” tutupnya. (Yayan – satupedia.com).

 

Tangan Dingin Southgate Membuat Permainan Maguire Lebih Berkelas



KampusBola.com –

Jakarta – Gareth Southgate yang menjabat sebagai pelatih Inggris selama Piala Dunia 2018 ternyata memberikan dampak yang positif. Sebab berkat tangan dinginnya, permainan Harry Maguire menjadi sangat bagus di lini pertahanan Inggris.

Tangan Dingin Southgate Membuat Permainan Maguire Lebih Berkelas

Maguire pun bisa dibilang menjadi salah satu faktor keberhasilan Inggris mencapai babak semifinal yang merupakan torehan terbaik mereka di Piala Dunia sejak beberapa tahun terakhir. Hadirnya Maguire membuat Inggris baru kebobolan empat gol dari lima pertandingan Piala Dunia 2018.

Baca juga : Kovacic Tak Yakin Bertahan di Madrid Musim Depan

Banyak pihak yang terkejut dengan prestasi Maguire, sebab pemain berumur 25 tahun itu baru sekali ini merasakan pengalaman bermain di Piala Dunia. Selain itu, Maguire juga tidak berasal dari klub besar Premier League, yakni Leicester City.

Meskipun banyak mendapatkan pujian, namun Maguire tidak berbesar kepala. Sebab, Southgate memiliki andil banyak dalam membentuk permainannya yang berkelas.

“Kami sedikit berbincang setelah melakoni debut, saat pastinya anda merasa tekanan dan rasa gugup. Dia membantu saya beradaptasi dengan itu,” ujar Maguire seperti yang dinukil dari Express.

“Manajemen tim Gareth sangat luar biasa. Dia berbicara kepada setiap pemain secara individu setelah pertandingan. Ini sangat bagus dan membangun kepercayaan diri,” lanjutnya.

Southgate memang sering mendapatkan banyak pujian karena rasa percayanya kepada pemain muda, meskipun sempat diragukan sebelum Piala Dunia dimulai. Maguire saat ini pun menjadi salah satu pemain yang beruntung bisa merasakannya.

“Sejak tiba di pusat pelatihan Inggris, Gareth menunjukkan rasa percaya yang hebat kepada saya, dan membuat saya percaya diri untuk keluar dan bermain. Saya berhutang banyak kepadanya” tambahnya.

“Piala Dunia adalah ajang terbesar dari semuanya, turnamen paling besar di dunia. Jadi saat dia membandingkan saya dengan bek-bek terbaik di dunia, itu sangat menyenangkan untuk didengar,” pungkasnya.

Maguire diprediksi bakal kembali tampil dalam laga semifinal kontra Kroasia di Luzhniki Stadium, Rusia, Kamis (12/7) mendatang.

(Okto – Satupedia.com)

Neville Akui Perubahan Besar Oleh Pelatih Inggris Memang Penuh Resiko



KampusBola.com –

Jakarta – Gary Veville menilai bahwa keputusan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate untuk melakukan perombakan besar saat melawan Belgia memang penuh risiko. Neville juga mengaku tak menyangka jika Southgate bakal melakukan perombakan besar.

Neville Akui Perubahan Besar Oleh Pelatih Inggris Memang Penuh Resiko

Gareth Southgate

Seperti diketahui, Southgate telah melakukan delapan pergantian pemain yang diturunkan sebagai starter saat menghadapi Belgia, Kamis (28/6/2018).

Baca juga : Rashford Akui Kekalahan Dari Belgia Merupakan Ujian Bagi Inggris

“Saya tak berpikir bahwa Gareth Southgate akan membuat banyak perubahan pemain,” kata Neville seperti dilansir dari laman Daily Mail.

Akhirnya, Inggris pun harus menelan kekalahan dengan skor 0-1 dari Belgia akibat gol cantik Adnan Januzaj pada menit ke-51. Neville pun khawatir jika kekalahan tersebut bisa membuat momentum yang buruk bagi mentalitas para pemain Inggris.

Sebab, Neville kembali teringat dengan fenomena saat menjadi asisten pelatih Inggris, Roy Hodgson, pada Piala Eropa 2016 lalu.

Pada waktu itu, Neville bersama Hodgson juga melakukan perubahan besar dengan mengganti enam pemain pada laga terakhir babak penyisihan grup.

Akhirnya, langkah Inggris di Piala Eropa 2016 pun harus terhenti di babak 16 besar usai kalah dengan skor 1-2 dari tim debutan, Islandia.

“Saya mengingat kejadian dua tahun lalu, saat kami melakukan enam pergantian pemain pada matchday ketiga melawan Slowakia (yang berakhir 0-0),” ucap Neville.

“Setelahnya, performa buruk jelas terlihat kala menghadapi Islandia. Orang-orang berkata kami telah kehilangan momentum dan menyebut seharusnya kami tak perlu melakukan perubahan,” tutur pria 43 tahun ini.

Namun, Neville tetap menilai jika langkah yang dilakukan Southgate memang sangat berani dan penuh risiko.

“Ini adalah langkah berani. Semua orang berkata Inggris wajib mengalahkan tim terkuat, harus memuncaki Grup G, dan jangan main-main. Namun, pada akhirnya mereka melakukan (risiko) itu,” tutur pria yang kini berprofesi sebagai pengamat sepak bola ini.

“Southgate telah membuat kami terkesima atas pencapaiannya di dua laga perdana Piala Dunia, dan saya suka akan hal itu. Ia jauh lebih baik dari yang saya kira serta memilih mengambil risiko,” ucap peraih treble winners1999 bersama Manchester United ini.

(Okto – Satupedia.com)