Tangan Dingin Southgate Membuat Permainan Maguire Lebih Berkelas



KampusBola.com –

Jakarta – Gareth Southgate yang menjabat sebagai pelatih Inggris selama Piala Dunia 2018 ternyata memberikan dampak yang positif. Sebab berkat tangan dinginnya, permainan Harry Maguire menjadi sangat bagus di lini pertahanan Inggris.

Tangan Dingin Southgate Membuat Permainan Maguire Lebih Berkelas

Maguire pun bisa dibilang menjadi salah satu faktor keberhasilan Inggris mencapai babak semifinal yang merupakan torehan terbaik mereka di Piala Dunia sejak beberapa tahun terakhir. Hadirnya Maguire membuat Inggris baru kebobolan empat gol dari lima pertandingan Piala Dunia 2018.

Baca juga : Kovacic Tak Yakin Bertahan di Madrid Musim Depan

Banyak pihak yang terkejut dengan prestasi Maguire, sebab pemain berumur 25 tahun itu baru sekali ini merasakan pengalaman bermain di Piala Dunia. Selain itu, Maguire juga tidak berasal dari klub besar Premier League, yakni Leicester City.

Meskipun banyak mendapatkan pujian, namun Maguire tidak berbesar kepala. Sebab, Southgate memiliki andil banyak dalam membentuk permainannya yang berkelas.

“Kami sedikit berbincang setelah melakoni debut, saat pastinya anda merasa tekanan dan rasa gugup. Dia membantu saya beradaptasi dengan itu,” ujar Maguire seperti yang dinukil dari Express.

“Manajemen tim Gareth sangat luar biasa. Dia berbicara kepada setiap pemain secara individu setelah pertandingan. Ini sangat bagus dan membangun kepercayaan diri,” lanjutnya.

Southgate memang sering mendapatkan banyak pujian karena rasa percayanya kepada pemain muda, meskipun sempat diragukan sebelum Piala Dunia dimulai. Maguire saat ini pun menjadi salah satu pemain yang beruntung bisa merasakannya.

“Sejak tiba di pusat pelatihan Inggris, Gareth menunjukkan rasa percaya yang hebat kepada saya, dan membuat saya percaya diri untuk keluar dan bermain. Saya berhutang banyak kepadanya” tambahnya.

“Piala Dunia adalah ajang terbesar dari semuanya, turnamen paling besar di dunia. Jadi saat dia membandingkan saya dengan bek-bek terbaik di dunia, itu sangat menyenangkan untuk didengar,” pungkasnya.

Maguire diprediksi bakal kembali tampil dalam laga semifinal kontra Kroasia di Luzhniki Stadium, Rusia, Kamis (12/7) mendatang.

(Okto – Satupedia.com)

Neville Akui Perubahan Besar Oleh Pelatih Inggris Memang Penuh Resiko



KampusBola.com –

Jakarta – Gary Veville menilai bahwa keputusan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate untuk melakukan perombakan besar saat melawan Belgia memang penuh risiko. Neville juga mengaku tak menyangka jika Southgate bakal melakukan perombakan besar.

Neville Akui Perubahan Besar Oleh Pelatih Inggris Memang Penuh Resiko

Gareth Southgate

Seperti diketahui, Southgate telah melakukan delapan pergantian pemain yang diturunkan sebagai starter saat menghadapi Belgia, Kamis (28/6/2018).

Baca juga : Rashford Akui Kekalahan Dari Belgia Merupakan Ujian Bagi Inggris

“Saya tak berpikir bahwa Gareth Southgate akan membuat banyak perubahan pemain,” kata Neville seperti dilansir dari laman Daily Mail.

Akhirnya, Inggris pun harus menelan kekalahan dengan skor 0-1 dari Belgia akibat gol cantik Adnan Januzaj pada menit ke-51. Neville pun khawatir jika kekalahan tersebut bisa membuat momentum yang buruk bagi mentalitas para pemain Inggris.

Sebab, Neville kembali teringat dengan fenomena saat menjadi asisten pelatih Inggris, Roy Hodgson, pada Piala Eropa 2016 lalu.

Pada waktu itu, Neville bersama Hodgson juga melakukan perubahan besar dengan mengganti enam pemain pada laga terakhir babak penyisihan grup.

Akhirnya, langkah Inggris di Piala Eropa 2016 pun harus terhenti di babak 16 besar usai kalah dengan skor 1-2 dari tim debutan, Islandia.

“Saya mengingat kejadian dua tahun lalu, saat kami melakukan enam pergantian pemain pada matchday ketiga melawan Slowakia (yang berakhir 0-0),” ucap Neville.

“Setelahnya, performa buruk jelas terlihat kala menghadapi Islandia. Orang-orang berkata kami telah kehilangan momentum dan menyebut seharusnya kami tak perlu melakukan perubahan,” tutur pria 43 tahun ini.

Namun, Neville tetap menilai jika langkah yang dilakukan Southgate memang sangat berani dan penuh risiko.

“Ini adalah langkah berani. Semua orang berkata Inggris wajib mengalahkan tim terkuat, harus memuncaki Grup G, dan jangan main-main. Namun, pada akhirnya mereka melakukan (risiko) itu,” tutur pria yang kini berprofesi sebagai pengamat sepak bola ini.

“Southgate telah membuat kami terkesima atas pencapaiannya di dua laga perdana Piala Dunia, dan saya suka akan hal itu. Ia jauh lebih baik dari yang saya kira serta memilih mengambil risiko,” ucap peraih treble winners1999 bersama Manchester United ini.

(Okto – Satupedia.com)

Kalah Dari Belgia, Southgate Akui Inggris Tak Senang



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengklaim jika timnya tidak senang atas kekalahan dengan skor 0-1 dari Belgia pada laga pamungkas babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Stadium, Jumat (29/6) dini hari WIB.

Kalah Dari Belgia, Southgate Akui Inggris Tak Senang

Belgia pun berhasil menjadi juara Grup G berkat gol tunggal Adnan Januzaj pada menit ke-51. Tim asuhan Roberto Martinez tersebut telah mengemas sembilan poin sempurna, hasil dari kemenangan atas Inggris, Tunisia, dan Panama. Sedangkan Inggris hanya mampu finis di urutan kedua dengan perolehan enam poin.

Baca juga : Roberto Martines Klaim Piala Dunia 2018 Adalah Yang Terbaik Baginya

Banyak yang memprediksikan bahwa kedua tim tidak ingin finis sebagai juara grup karena mereka berpeluang menghadapi Brasil atau Meksiko di perempat-final, sedangkan tim yang lain bakal bertemu dengan Swedia atau Swiss.

Southgate pun menegaskan bahwa timnya ingin memenangkan laga tersebut sehingga ia pun merasa tidak senang karena menelan kekalahan di tangan Belgia.

“Saya pikir ini adalah pertandingan yang sangat bagus. Mereka memiliki penguasaan bola yang lebih baik dan peluang-peluang terbaik di babak pertama,” ujar Southgate kepada wartawan usai pertandingan.

“Kami memiliki beberapa peluang bagus di babak kedua. Ini adalah ujian yang bagus buat kami. Itu tidak terjadi (gol) untuk Marcus Rashford, tapi kami tidak menderita akibat itu.”

“Kami ingin memenangkan pertandingan-pertandingan sepakbola, jadi kami tidak senang kalau menelan kekalahan.”

Di babak 16 besar, Inggris akan berjumpa dengan Kolombia.

(Okto – Satupedia.com)

Pelatih Timnas Inggris Tanggapi Penerapan VAR di Piala Dunia 2018



KampusBola.com –

Jakarta – Piala Dunia 2018 di Rusia secara resmi akan menerapkan teknologi VAR (Video Assistant Referee) untuk pertama kalinya dalam sejarah. VAR dianggap bisa membuat pertandingan bisa berjalan lebih adil bagi tim yang akan bertanding.

Pelatih Timnas Inggris Tanggapi Penerapan VAR di Piala Dunia 2018

Gareth Southgate

Akan tetapi, banyak pihak yang menilai VAR tidak begitu diperlukan di dalam dunia sepak bola. Salah satu yang menanggapi penerapan VAR di Piala Dunia 2018 adalah pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate.

Baca juga : Gelandang Barcelona Mengaku Senang Jika Ronaldo Cabut Dari Madrid

Southgate mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah penggemar teknologi dan menurutnya olahraga haruslah diputuskan oleh wasit dan keputusan itu final.

Meskipun demikian, Southgate tidak mau menghalangi bantuan kepada wasit. Ia menilai bahwa VAR memang diciptakan untuk membantu wasit. Apabila dalam konteks tersebut, maka dia sangat setuju.

“Secara pribadi saya bukanlah pendukung teknologi (dalam olah raga) karena saya percaya itulah olah raga dan keputusan wasit haruslah final,” ungkap Southgate di marca.

“Namun jika kita akan memanfaatkan teknologi, maka kita harus membantu wasit dan itu hanya boleh digunakan dalam situasi yang jelas. Dan ke depan, harus ada sarana komunikasi yang lebih baik dengan fans di stadium.”

Southgate juga menambahkan jika dirinya tidak menampik bahwa bagaimanapun VAR memang menimbulkan kebingungan yang disebabkan karena kurangnya pemahaman.

“Kebanyakan kebingungan datang dari kurangnya pemahaman soal sesuatu yang terjadi. Saya menghadiri Piala Konfederasi dan saya melihatnya sendiri,” sambungnya.

“Saya juga melihatnya di FA Cup. Pada umumnya, keputusan yang dihasilkan memang tepat, tapi prosesnya yang menjadi masalah.”

(Okto – Satupedia.com)

Tanpa Wilshere, Ferdinand Anggap Lini Tengah Inggris Sudah Bagus



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih Inggris, Gareth Southgate memberikan keputusan yang cukup mengejutkan dengan tidak Jack Wilshere ke dalam skuat pilihannya. Rio Ferdinand menilai bahwa keputusan yang diambil oleh Southgate sudah tepat.

Tanpa Wilshere, Ferdinand Anggap Lini Tengah Inggris Sudah Bagus

Wilshere

Wilshere memang selalu menjadi pilihan utama Arsene Wenger dalam menjalani laga di setiap kompetisi pada musim ini. Bahkan ia tercatat telah mengoleksi 40 penampilan di semua kompetisi dengan mencetak dua gol dan tujuh assist.

Baca juga : Jarang Dimainkan MU, Herrera Ingin Kembali Ke La Liga

Akan tetapi, statistik dari Wilshere tidak membuat Southgate harus membawanya ke Rusia. Southgate sendiri lebih memilih pemain yang lebih muda seperti Dele Alli, Jesse Lingard, hingga pemain yang belum punya pengalaman, Ruben Loftus-Cheek.

Ferdinand menganggap jika keputusan untuk tidak membawa Wilshere adalah keputusan yang tepat. Sebab Wilshere dinilai tidak memiliki dampak besar dalam pertandingan yang dilakoninya bersama Arsenal.

“Kenapa anda ingin membawanya? Saya sepakat dengan pilihan lini tengah yang ia bawa,” ujar Ferdinand seperti yang dikutip dari Metro.

“Saya tidak yakin ada argumen. Dia tidak bermain cukup banyak dan tidak cukup berpengaruh dalam pertandingan seperti yang dilakukan oleh pemain-pemain itu dalam waktu yang lama,” lanjutnya.

“Saya telah bersama tim di mana ada pemain yang sedikit tidak bugar, dan itu memberikan ketidakpastian di dalam skuat. Bahkan dengan Wayne Rooney, Beckham di 2002, ini bisa membuat skuat tidak stabil,” pungkasnya.

Meskipun mampu mencatat banyak penampilan, namun Wilshere senndiri sempat absen lama karena mengalami cedera. Wilshere pun terpaksa harus absen selama 112 hari karena mengalami cedera parah pada tahun 2017 lalu.

(Okto – Satupedia.com)