Harry Kane Yakin Inggris Bisa Mengangkat Trofi Piala Dunia 2018



KampusBola.com –

Jakarta – Harry Kane menyatakan bahwa peluang Inggris di Piala Dunia 2018 mendatang cukup terbuka lebar. Bahkan ia merasa sangat yakin jika Inggris bisa mengangkat Trofi Piala Dunia 2018 di Rusia.

Harry Kane Yakin Inggris Bisa Mengangkat Trofi Piala Dunia 2018

Striker Tottenham Hotspur tersebut telah masuk dalam skuat Inggris yang akan berlaga di Rusia pada musim panas nanti. Apalagi ia juga dipercayai oleh manajer Gareth Southgate untuk menyandang kapten tim.

Baca juga : Everton Disebut Segera Tunjuk Marco Silva Sebagai Manajer Baru

Untuk diketahui bahwa Inggris sendiri gagal menjadi juara dunia sejak 1966 silam, namun Kane menganggap jika tidak ada yang mustahil di masa sekarang.

“Ini bukannya tidak mungkin untuk bermimpi mengangkat trofi Piala Dunia, itu adalah kompetisi terbesar di dunia,” kata Kane di sesi konferensi pers. “Buat saya, bermain di Piala Dunia akan menjadi mimpi besar. Mustahil tidak memikirkannya.

“Saya pribadi percaya kami bisa (menjadi juara). Saya pikir semuanya bisa. Saya tidak bisa duduk di sini dan berkata kami tidak akan memenangkannya karena kami sanggup. Ini hanya soal mindset.

“Saya ingin memenangkan segalanya dan saya tahu banyak pemain di tim ini yang juga ingin memenangkan semuanya.

“Itulah yang akan kami coba dan lakukan. Ini tentu saja akan sangat sulit, karena di luar sana ada banyak tim yang sangat bagus di Piala Dunia, namun kami harus berjuang.

“Mimpi mengangkat trofi itu saya yakin ada dalam benak semua pemain. Ini adalah sebuah kesempatan bagi kami dan kami akan berjuang dan mengerahkan segala yang kami punya.”

(Okto – Satupedia.com)

Rusia Tak Segan Gebuk Fans Bola Yang Berbuat Onar di Piala Dunia 2018



KampusBola.com –

Jakarta – Rusia memberikan peringatan kepada seluruh fans sepakbola dari negara mana saja termasuk Australia untuk tidak berbuat onar di Piala Dunia 2018 Rusia yang akan dimulai 14 Juni. Pasalnya petugas keamanan bakal memberlakukan hukuman yang berat bagi para fans yang melanggar.

Rusia Tak Segan Gebuk Fans Bola Yang Berbuat Onar di Piala Dunia 2018

Perwira senior kepolisian Inggris Chief Constable, Mark Roberts mengungkapkan hal tersebut. Ia juga akan bertanggung jawab bagi keamanan pendukung tim Inggris selama turnamen berlangsung.

Baca juga : Gelandang Spurs Minta Pochettino Tak Meninggalkan Tim

Mark Roberts menyampaikan bahwa penjagaan keamanan akan “luar biasa” dengan “ribuan polisi dikerahkan dengan menggunakan seragam anti huru hara dibantu oleh militer.”

Roberts juga menambahkan jika mereka yang berusaha menjual kembali tiket pertandingan bisa dikenai denda sampai $AUD 37 ribu (sekitar Rp 370 juta). Sementara untuk para fans yang berbuat onar bisa dikenai tahanan sampai 15 hari, dan jika menyerang petugas polisi maka bisa dikenai hukuman penjara sampai 10 tahun.

Juga mereka yang terlibat dalam “kerusuhan massal” bisa dijatuhi hukuman antara 8 sampai 15 tahun.

“Anda tidak akan mau dimasukkan ke dalam penjara Rusia, dan mendapat julukan holigan.” kata Mark Roberts kepada ABC.

“Kehadiran polisi dalam jumlah besar dengan tameng di lokasi pertandingan merupakan hal yang biasa di Eropa dan juga di sebagian wilayah Eropa Timur.”

“Para pendukung harus bersiap menghadapi kenyataan ini dan menghormati mereka.”

Mark Roberts juga memperingatkan bahwa mengibarkan bendera, minum alkohol sampai mabuk berat dan menyanyikan lagu-lagu mendukung tim nasional di tempat umum yang jauh dari stadion bisa diartikan “berbeda” oleh petugas keamanan dan penduduk setempat.

Mark Roberts menilai bahwa tindakan provokatif seperti memberikan komentar mengenai sejarah tindakan militer Rusia di masa lalu juga akan dianggap sebagai hal yang tidak patut. Sebab hal tersebut dikhawatirkan akan meimbulkan keributan antar pendukung selama Piala Dunia muncul pertama kali setelah adanya kerusuhan yang dilakukan oleh para pendukung Rusia di kejuaraan sepakbola Eropa di Perancis di tahun 2016.

Bahkan ketegangan antara Rusia dengan negara-negara Barat kembali meningkat bulan Maret lalu menyusul kasus yang melibatkan mantan agen Rusia, Sergei Skripal dan putrinya di Inggris yang berakhir dengan pengusiran diplomat yang dilakukan baik oleh Rusia maupun negara Barat termasuk Australia.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson juga menyamakan kejadian Piala Dunia 2018 di Rusia dengan Olimpiade Musim Panas 1936 yang berlangsung di Jerman di bawah kekuasaan Hitler.

Perwira polisi Inggris, Mark Robers mengakui bahwa dia mengetahui adanya “masalah politik tersebut” namun ia juga mendesak media untuk melaporkan ancaman kekerasan “secara bertanggungjawab.”

Mark Roberts merasa sangat yakin jika Kremlin akan menggunakan seluruh “kekuatan keamanan negara” demi memastikan jika pegelaran Piala Dunia kali ini tidak akan diwarnai dengan kekerasan atau kerusuhan.

“Bila saya percaya dengan semua berita yang ditulis oleh tabloid Inggris, maka saya mungkin akan percaya bahwa ada pesawat pembom B-52 di bulan.” katanya.

“Pihak berwenang ingin adanya Piala Dunia yang aman untuk menunjukkan bagusnya Rusia dan mereka mendapat publikasi yang bagus.”

“Cerita menakutkan mengenai perkelahian antar penonton bukan hal yang membantu namun ini mulai mendapat perhatian dan dirasakan oleh petugas keamanan setempat.”

Rencananya, Piala Dunia 2018 di Rusia ini bakal dimulai pada 14 Juni dan berakhir 15 Juli dan diikuti oleh 32 negara termasuk Australia.

(Okto – Satupedia.com)

Cedera Parah, Chamberlain Lupakan Mimpi Tampil di Piala Dunia 2018



KampusBola.com –

Jakarta – Gelandang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain nampaknya harus melupakan mimpinya untuk memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2018. Pasalnya Chamberlain tengah menderita cedera ligamen ketika membela Liverpool dalam laga semifinal leg pertama Liga Champions kontra AS Roma di Anfield kemarin.

Cedera Parah, Chamberlain Lupakan Mimpi Tampil di Piala Dunia 2018

Melalui laman resmi mereka, Liverpool juga telah memberikan konfirmasi bahwa musim Oxlade-Chamberlain bagi klub dan negaranya sudah berakhir. Dengan demikian, Chamberlain terpaksa harus absen di Rusia musim panas nanti.

Baca juga : Prediksi Liga Europa 27 April 2018 : Arsenal vs Atletico Madrid

Tim medis Liverpool telah melakukan pemeriksaan terhadap cedera Oxlade-Chamberlain pada Rabu (25/4) pagi waktu setempat dan belum bisa memastikan terkait durasi absennya Oxlade-Chamberlain.

Oxlade-Chamberlain akan memulai menjalani proses pemulihan untuk membuatnya kembali ke bentuk terbaiknya secepat mungkin dan bisa segera merumput pada musim depan.

Oxlade-Chamberlain sendiri direkrut Liverpool dari Arsenal pada awal musim ini. Meskipun Chamberlain sempat kesulitan di awal, namun ia mulai mendapat satu tempat utama di skuat Liverpool.

(Okto – Satupedia.com)

Defoe Sesumbar Bisa Menangkan Piala Dunia Jika Dipercaya Berkostum Inggris



KampusBola.com –

Jakarta – Striker Bournemouth, Jermain Defoe menyatakan jika dirinya bisa memenangkan Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia, Juni 2018 mendatang bila dipercacaya berkostum tim nasional Inggris.

Defoe Sesumbar Bisa Menangkan Piala Dunia Jika Dipercaya Berkostum Inggris

Jermain Defoe

Defoe sendiri merasa sangat yakin jika dirinya masih cukup bagus untuk membela timnas Inggris. Pastinya jika Gareth Southgate mau memberinya kesempatan untuk membuktikan diri.

Baca juga : Lupakan Juventus, Donnarumma Menatap Laga Derby Melawan Inter

“Saya akan datang dan memenangkan Piala Dunia, sesederhana itu,” tegas Defoe dikutip dari fourfourtwo.

“Anda masuk untuk satu menit, dua menit, dan jika ada peluang anda bisa mencetak gol. Dalam turnamen, bukan hanya soal pemain yang bermain, tetapi soal keseluruhan skuat.”

Defoe mengklaim bahwa dirinya masih dapat memberikan penampilan terbaiknya untuk Inggris dan tidak terima jika hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Pasalnya ia yakin masih ada banyak kemampuan dalam dirinya.

“Tidak ada pemain yang mau duduk di bangku cadangan. Jika anda sampai di titik saat anda menerima posisi cadangan maka anda seharusnya tidak bermain.  Saya yakin masih ada banyak gol dalam diri saya,” pungkasnya.

(Okto – Satupedia.com)

Hadapi Italia, Pelatih Inggris Tak Pedulikan Hasil Akhir



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate memang tidak memperdulikan hasil akhir saat menghadapi Italia dalam pertandingan persahabatan, Rabu (28/03/2018).

Hadapi Italia, Pelatih Inggris Tak Pedulikan Hasil Akhir

Gareth Southgate

Timnas Inggris sendiri membawa modal kemenangan atas Belanda dengan skor 1-0 kala bertandang ke Amsterdam, dalam laga persahabatan, Jumat (23/03/2018). Satu-satunya gol pada laga tersebut dicetak oleh gelandang Manchester United, Jesse Lingard, pada menit ke-59.

Baca juga : Bek AS Roma Tertantang Matikan Pergerakan Messi

Pada laga kontra timnas Italia, Gareth Southgate mengatakan bahwa timnya tak akan meremehkan lawannya. Namun Southgate menegaskan jika Italia tak akan mudah melawan timnas Inggris. Pasalnya Italia sendiri mengalami kekalahan 0-2 kala melawan timnas Argentina.

Kekalahan tersebut menjadi tanda bahwa Italia belum lepas dari keterpurukan usai gagal lolos ke putaran final Piala Dunia, November lalu.

Italia memang gagal lolos ke Piala Dunia usai disingkirkan timnas Swedia pada babak play-off dengan skor 0-2. Meskipun menjadi favorit memenangkan laga, namun Southgate tak terlalu mengharap timnas Inggris menuai kemenangan pada laga ini. Ia hanya ingin lebih mengetahui sejauh mana dampak dari strategi yang ia terapkan dalam permainan.

“Kami akan melakukan beberapa perubahan, namun kami juga akan memadukan dari apa yang kami peroleh sebelumnya,” tutur Southgate dikutip BolaSport.com dari laman Football Italia.

Saat melawan Belanda, Southgate telah mendapatkan sesuatu yang dapat dipelajari. Kini ia tengah fokus pada posisi kiper yang menurutnya persaingannya cukup kompetitif.

Selain Jordan Pickford yang telah dimainkan Jumat lalu, timnas Inggris masih memiliki Jack Butland, Nick Pope dan Joe Hart.

(Okto – Satupedia.com)