Pickford Merasa Inggris Kurang Tajam Dalam Memanfaatkan Peluang



KampusBola.com –

Jakarta – Kiper timnas Inggris, Jordan Pickford mengungkapkan bahwa timnya kurang tajam dalam memanfaatkan peluang yang didapatkan. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab tersingkirnya Inggris dari Piala Dunia 2018 usai kalah dari dengan skor 1-2 pada laga semifinal, Kamis (12/7/2018) di Stadion Luzhniki, dini hari WIB.

Pickford Merasa Inggris Kurang Tajam Dalam Memanfaatkan Peluang

Sebenarnya Inggris mampu unggul lebih dahulu lewat gol tendangan bebas Kieran Tripier pada menit ke-5. Namun, tim asuhan Zlatko Dalic mampu menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic pada menit ke-68 dan Mario Mandzukic menjadi penentu lolosnya Kroasia ke partai puncak lewat golnya pada menit ke-109.

Baca juga : Benarkah Kostum Ini Membawa Sial Bagi Timnas Inggris ?

Setelah pertandingan, Jordan Pickford pun mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang membuat Inggris harus pulang dari Rusia adalah ketidakmampuan dalam memanfaatkan peluang.

“Ini adalah pengalaman bagi kami dan satu hal yang kami inginkan adalah kemenangan,” ujar Jordan Pickford dikutip dari BBC.

“Mungkin kami terlalu cepat, kami membutuhkan gol berikutnya untuk mematikan laga dan kami memiliki beberapa peluang bagus tetapi tidak pernah mengirim mereka pulang.”

“Sebuah tim seperti Kroasia, kami tahu ancaman mereka berlanjut, mereka memiliki beberapa pemain berkualitas. Kami harus melewati beberapa badai,” tuturnya.

Pickford juga merasa sangat optimis jika Inggris bakal segera bangkit usai disingkirkan oleh Kroasia

“Lihatlah para penggemar malam ini, ada hal yang mengganjal di di tenggorokan saya menyaksikan para fans bertepuk tangan kami di akhir laga,” ujar Jordan Pickford menambahkan.

“Saya merasa bahwa sebagai bangsa kita telah maju dan semoga ada lebih banyak yang datang di masa depan.”

(Okto – Satupedia.com)

Benarkah Kostum Ini Membawa Sial Bagi Timnas Inggris ?



KampusBola.com –

Jakarta – Inggris harus memupuskan ambisinya untuk meraih gelar juara Dunia usai menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari Kroasia di partai Semi-final Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018). Namun ada yang menduga bahwa ada faktor lain sebagai penyebab kekalahan Inggris.

Benarkah Kostum Ini Membawa Sial Bagi Timnas Inggris ?

Percaya atau tidak, bahwa faktor kostum menjadi salah satu penyebab kegagalan timnas Inggris menembus final Piala Dunia 2018. Inggris sendiri harus bertanding mengenakan warna putih dari mulai jersey, celana, sampai kaos kaki.

Baca juga : Wajah Sedih Fans Inggris Usai Gagal Ke Final Piala Dunia 2018

Dalam catatan sejarah, Inggris lebih sering sial setiap berlaga di Piala Dunia dengan memakai setelan seragam tersebut. Dari 10 penampilan mengenakan jersey serba-putih, termasuk melawan Kroasia, maka Inggris pun hanya mampu menuai dua kemenangan.

Hasil lainnya adalah mereka tiga kali kalah dan menuai empat seri. Sementara dua kemenangan Inggris didapat dari lawan yang sama, yakni Argentina (1962 dan 1966).

Apakah kegagalan Inggris kali ini juga dikarenakan faktor kostum ?. Percaya atau tidak, itu terserah Anda.

(Okto – Satupedia.com)

Hasil Piala Dunia 12 Juli 2018 : Kroasia vs Inggris 2-1



KampusBola.com –

Jakarta – Kroasia berhasil mendapatkan tiket ke partai final Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 hingga babak tambahan 2×15 menit dalam semi-final di Luzhniki Stadium.

Pada babak pertama, Inggris langsung memberikan kejutan di menit kelima. Sebab Kieran Trippier mampu menjebol gawang Kroasia yang dijaga Daniel Subasic melalui tendangan bebas yang cantik ke sudut gawang.

Baca juga : Prediksi Liga 1 12 Juli 2018 : PSMS vs Persipura

Meskipun berhasil unggul terlebih dahulu, namun Inggris justru mendapatkan tekanan dari Kroasia. Bahkan Kroasia mampu mengurung lini pertahanan Inggris dan kerap mengancam gawang lewat umpan Luka Modric.

Shearer : “Inggris Pulang Dengan Kepala Tegak”



KampusBola.com –

Jakarta – Harapan Inggris untuk lolos ke final Piala Dunia 2018 harus pupus usai kalah dengan skor 1-2 dari Kroasia dalam laga semifinal yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, pada Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.

Shearer : "Inggris Pulang Dengan Kepala Tegak"

Sebenarnya timnas Inggris sempat unggul cepat pada menit ke-5 berkat eksekusi tendangan bebas Kieran Trippier. Namun, Kroasia mampu menyamakan kedudukan melalui Ivan Perisic pada menit ke-68 dan memaksakan laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit.

Baca juga : Hasil Piala Dunia 12 Juli 2018 : Kroasia vs Inggris 2-1

Pada babak kedua tambahan waktu, Akhirnya Kroasia sukses mengunci kemenangan melalui Mario Mandzukic setelah menerima bola dari Ivan Perisic pada menit ke-109.

Kekalahan itu memang terasa sangat menyakitkan bagi para suporter Inggris, apalagi mereka sudah sangat berharap jika tim kesayangan mereka bakal bisa membawa kembali gelar juara dunia ke negaranya dengan menyerukan slogan “Football It’s Coming Home”.

Namun, pemain legendaris Inggris, Alan Shearer memandang bahwa kegagalan ini masih tetap membanggakan dan ia mengatakan bahwa “Inggris Pulang Dengan Kepala Tegak”.

Shearer juga menambahkan bahwa ada banyak hal positif yang berhasil didapat Inggris untuk membuka peluang Tim Tiga Singa meraih gelar tersebut pada kesempatan berikutnya.

“Ada begitu banyak hal positif yang berhasil didapat sepanjang turnamen. Awalnya kami tidak memperkirakan bahwa mereka akan sampai ke perempat final,” ucap Shearer seperti dikutip BolaSport.com dari BBC.

“Kini mereka akan pulang dengan kepala tegak. Bisa finis di peringkat ketiga akan menjadi pencapaian yang hebat. Setelah dipermalukan oleh Islandia (di Piala Eropa 2016), hasil ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa dan menjadi pekerjaan rumah berikutnya,” tuturnya.

Meskipun telah tersingkir, Inggris masih memiliki satu pertandingan lagi menghadapi Belgia dalam laga perebutan posisi ketiga yang akan digelar di Stadion Saint-Petersburg pada Sabtu (14/7/2018).

(Okto – Satupedia.com)

Pelatih Kroasia : “Kami Membuat Inggris Tak Berkembang”



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic mengatakan “Kami membuat Inggris tak berkembang”. Sehingga Kroasia pun sukses unggul di semua aspek permainan dan mampu menumbangkan Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018).

Pelatih Kroasia : "Kami Membuat Inggris Tak Berkembang"

Kroasia sendiri berhasil meraih tiket ke partai final Piala Dunia 2018 meski sempat tertinggal lebih dahulu lewat gol tendangan bebas Kieran Tripier pada menit ke-5. Namun, tim asuhan Zlatko Dalic mampu menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic pada menit ke-68 dan Mario Mandzukic menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit ke-109.

Baca juga : Shearer : “Inggris Pulang Dengan Kepala Tegak”

Untuk menanggapi kemenangan timnya atas Inggris, pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, menyampaikan jika timnya memang lebih baik dalam semua aspek daripada Tim Tiga Singa. Hal tersebut membuat Kroasia mampu bangkit meski tertinggal terlebih dahulu.

“Kami tidak meremehkan mereka, kami justru menghormati mereka karena kami menganalisa mereka. Kami tahu apa yang akan mereka lakukan dan di mana,” ujar Zlatko Dalic dikutip BolaSport.com dari FourFourTwo.

“Kami memainkan pressing tinggi di lini belakang mereka dan kami menutup John Stones dan Jordan Henderson. Kami membuat mereka tak berkembang,” ucapnya.

Strategi yang diterapkan Dalic membuat Kroasia menjadi lebih leluasa dalam menguasai bola.

“Kami membiarkan pemain tengah kami, (Luka) Modric dan (Ivan) Rakitic, menekan lini belakang mereka dan kami memiliki penguasaan bola,” ujar Dalic.

“Selama paruh pertama, saya mengatakan kepada pemain “tenang saat mengoper bola, jangan kehilangan konsentrasi”. Kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang lebih baik di semua aspek permainan. Saya pikir ini adalah permainan terbaik kami. Kami bermain hari ini lebih baik daripada saat melawan Argentina,” tuturnya.

Kroasia kini telah berhasil lolos ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Mereka pun sudah ditunggu oleh Prancis di laga final Piala Dunia 2018 yang rencananya akan berlangsung di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018).

(Okto – Satupedia.com)