Klopp Kecewa Salah Cedera di Laga Krusial



KampusBola.com –

Jakarta – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menyatakan bahwa dirinya cukup kecewa dengan cedera yang dialami Mohamed Salah terjadi di laga Krusial. Klopp menilai bahwa menepinya Mohamed Salah sangat mempengaruhi performa Liverpool dalam laga final Liga Champions kontra Real Madrid.

Klopp Kecewa Salah Cedera di Laga Krusial

Salah memang terpaksa menepi dari lapangan pada menit ke-31 akibat mengalami cedera bahu setelah berduel dengan Sergio Ramos. Sejak keluarnya Salah, Liverpool pun nampak seperti kehilangan nyawa permainan mereka hingga akhirnya kalah dengan skor 1-3.

Baca juga : Video, Kemeriahan Santiago Bernabeu Sambut Kemenangan Madrid

“Sangat buruk bagi Mo (Salah), sangat buruk bagi kami dan sangat buruk bagi Mesir. Itu bagian dari olahraga. Saya tak menyukainya dan hal seperti itu bisa terjadi,” ujar Klopp seperti dikutip laman resmi klub.

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi jika Mo masih bisa bermain, kita tak akan pernah mengetahuinya. Namun semua orang melihat di babak pertama kami adalah lawan yang mungkin semua orang harapkan, kami bermain bagus, kami mempertahankan bola, kami menyerang, kami menekan mereka dalam momen bagus dengan timing yang tepat, semuanya,” lanjut Klopp.

“Namun kami kalah 3-1. Saya pikir dalam 10 tahun seseorang akan berbicara mengenai bagaimana kami kalah. Itulah yang terjadi malam ini,” tukasnya.

(Okto – Satupedia.com)

Kalah Lawan Madrid, Klopp : “Saya Tahu Cara Menyikapinya”



KampusBola.com –

Jakarta – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku telah mengetahui cara untuk menyikapi kegagalan dalam meraih trofi juara Liga Champions usai dikalahkan Real Madrid dengan skor 3-1 dalam partai final di Kiev.

Kalah Lawan Madrid, Klopp : "Saya Tahu Cara Menyikapinya"

Pada laga ini, Liverpool sempet tertinggal lebih dulu saat Karim Benzema sukses mencetak gol memanfaatkan blunder Loris Karius. Kemudian Sadio Mane berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sama kuat.

Sangat disayangkan, Liverpool pun terpaksa harus menyerah usai Gareth Bale mencetak dua gol tambahan untuk Madrid di babak kedua.

Baca juga : Klopp Kecewa Salah Cedera di Laga Krusial

“Saya tidak baik-baik saja, saya kebalikan dari baik-baik saja, tapi saya mencoba profesional. Saya beberapa kali mengatakan, saya akan berusia 51 tahun bulan depan, saya pernah kalah dan menang sebelumnya, saya tahu bagaimana menyikapinya,” ujar Klopp seperti dikutip laman resmi klub.

“Apa yang tak bisa dihindari adalah perasaan seusai pertandingan. Kami merasa sangat, sangat buruk dan perjalanan pulang tak akan menjadi perjalanan terbaik dalam hidup kami tapi sekarang kami harus menerimanya,” lanjutnya.

“Pada akhirnya, ini adalah laga sepakbola, kami mencoba segalanya untuk memenanginya, karena itulah saya tak mengubah apa pun dalam persiapan. Saya mencoba melakukan yang terbaik yang saya bisa dan itu tak cukup dan saya harus menerimanya,” tegas Klopp.

(Okto – Satupedia.com)

Dihujat Publik, Klopp Besarkan Hati Karius



KampusBola.com –

Jakarta – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menyatakan bahwa pihak klub tetap membesarkan hati kiper Loris Karius yang melakukan dua blunder fatal dalam laga final Liga Champions kontra Real Madrid.

Dihujat Publik, Klopp Besarkan Hati Karius

Pada laga yang berlangsung di Kiev ini, Loris Karius melakukan Blunder di awal babak kedua saat bola lemparannya berhasil diblok Karim Benzema yang menjadi gol pertama Madrid.

Baca juga : Casemiro : “Kami Berhasil Menuliskan Sejarah Baru”

Saat skor 1-2 untuk keunggulan Madrid, Karius kembali melakukan kesalahan saat mencoba meredam bola hasil tembakan keras Gareth Bale. Dengan gol tersebut, Liverpool pun terpaksa menelan kekalahan dengan skor 1-3 atas Real Madrid.

Meski Klopp mengaku tak bisa berkata-kata saat menyikapi blunder Karius, namun ia menegaskan bahwa pihak klub akan tetap ada bersama sang kiper.

“Saya hanya memiliki kata-kata yang sangat sedikit setelah pertandingan tapi itulah situasinya. Kesalahannya memang jelas, kita tak usah membicarakannya, itu jelas, ia mengetahuinya, saya tahu, kalian juga tahu,” ujar Klopp seperti dikutip ESPN.

“Sekarang, ia harus menerimanya, kami harus menerimanya, kami akan melakukannya, tentu saja kami akan bersamanya, tak perlu diragukan lagi. Ini bukan malamnya, pastinya,” tambah Klopp.

(Okto – Satupedia.com)

Casemiro : “Kami Berhasil Menuliskan Sejarah Baru”



KampusBola.com –

Jakarta – Gelandang Real Madrid, Casemiro tak bisa menyembunyikan rasa senangnya usai membawa timnya meraih trofi Liga Champions musim ini. Casemiro pun memberikan selamat kepada semua pihak yang ada di Real Madrid atas prestasi yang didapatkan saat ini.

Casemiro : "Kami Berhasil Menuliskan Sejarah Baru"

Prestasi Real Madrid memang bisa dibilang sangat luar biasa. Sebab mereka menjadi tim pertama yang bisa menjadi juara Liga Champions dua kali beruntun dalam format baru pada musim lalu. Justru Real Madrid kembali berhasil memperpanjang rekor juara mereka pada musim ini. Casemiro menilai bahwa pencapaian itu tidak normal.

Baca juga : Kalah Lawan Madrid, Klopp : “Saya Tahu Cara Menyikapinya”

“Saya sangat bahagia karena kami berhasil menuliskan sejarah baru. Kami harus mengucapkan selamat kepada semua orang. Yang kami lakukan ini tidak normal dam kami harus terus bertarung,” tegas Casemiro kepada Marca.

Terkait jalannya laga final tersebut, Casemiro mengakui bahwa Madrid tidak mengawali pertandingan dengan baik. Sebab Liverpool bisa tampil lebih dominan pada babak pertama, namun Madrid berhasil bangkit pada babak kedua.

“Kami tidak mengawali pertandingan dengan baik dan kami menderita karenanya. Kami ditekan sampai ke pertahanan, tapi kami tahu tim-tim Inggris memang seperti itu. Kami bisa mengakhiri babak pertama dengan baik dan kemudian bermain apik pada babak kedua.”

(Okto – Satupedia.com)

Pecundangi Liverpool, Madrid Sabet Titel Liga Champions Musim Ini



KampusBola.com –

Jakarta – Real Madrid berhasil membukukan sejarah baru dengan meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun di era modern setelah mengandaskan Liverpool dengan skor 3-1 dalam final di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina, pada Minggu (27/5) dini hari WIB.

Pecundangi Liverpool, Madrid Sabet Titel Liga Champions Musim Ini

Dalam laga ini, Gareth Bale sukses tampil sebagai pahlawan Real Madrid berkat dua gol yang dicetaknya usai turun dari bangku cadangan. Sedangkan Liverpool merasa sangat sakit dengan dua kesalahan krusial kiper Loris Karius dan laga ini juga diwarnai oleh cedera yang dialami oleh Mohamed Salah dan Dani Carvajal.

Baca juga : Prediksi Liga 1 27 Mei 2018 : Perseru vs Sriwijaya FC

Hasil ini membuat Real Madrid berhasil mendapatkan titel ke-13nya dan membuat mereka semakin dominan sebagai raja turnamen termegah Eropa. Bahkan Zinedine Zidane berhasil mencetak sejarah dengan menyamai rekor tiga kali juara Bob Paisley dan Carlo Ancelotti.

Sementara untuk pelatih Jurgen Klopp, kekalahan membuat rekornya di final Liga Champions semakin buruk. Klopp tercatat telah enam kali beruntun harus menyerah di partai puncak.

Pada laga ini, Klopp menurunkan komposisi terkuat yang dimilikinya dengan mengandalkan trisula maut Salah, Roberto Firmino, serta Sadio Mane di barisan depan.

Sedangkan di kubu Real Madrid, Zinedine Zidane memutuskan untuk mencadangkan Bale dari kesebelasan inti. Zidane menerapkan skema 4-4-2 berlian dengan Isco ditugasi sebagai pemberi bantuan untuk Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Pada babak pertama, Liverpool mengawali laga dengan sangat berani dan memberikan tekanan ketat pada lini pertahanan Real Madrid. Namun Madrid masih tetap tenang dalam menghadapi tekanan ketat dari Liverpool, bahkan Real mendapat peluang saat Ronaldo melepas tendangan melenceng dari umpan Dani Carvajal.

Sementara Liverpool mendapatkan peluang emas dari tembakan Trent Alexander-Arnold. Namun Keylor Navas sukses melakukan penyelamatan dan mempertahankan skor kacamata.

Jalannya pertandingan pun mulai berubah setelah Mohamed Salah harus ditarik keluar pada setengah jam permainan. Salah nampak meringis kesakitan saat meninggalkan lapangan akibat mengalami cedera bahu menyusul duel dengan Sergio Ramos.

Madrid juga melakukan pergantian dini setelah Carvajal mengalami cedera, namun dampak kehilangan Carvajal tak sebesar yang dirasakan Liverpool dengan kehilangan Mohamed Salah.

Akhirnya Real Madrid mampu mengambil alih inisiatif serangan, bahkan mereka sempat menggetarkan jala Liverpool dua menit jelang turun minum. Namun gol dari tandukan Benzema tak disahkan lantaran off-side.

Pada babak kedua, Real Madrid nyaris membuka skor saat laga baru berjalan tiga menit melalui tendangan Isco dari jarak 15 yard yang masih menerpa mistar.

Tak lama kemudian, blunder yang dilakukan Karius akhirnya membuat Madrid unggul terlebih dahulu. Pada waktu itu, Karius memang berhasil menangkap sebuah umpan yang tidak berbahaya. Namun ia malah melakukan lemparan yang terlalu lemah yang dicegat oleh Benzema.

Empat menit kemudian, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan melalui sontekan Mane setelah meneruskan umpan sundulan Dejan Lovren dari situasi sepak pojok (55′).

Zidane pun langsung menarik Isco untuk memberikan tempat kepada Bale dan mengubah formasi tim menjadi 4-3-3. Masuknya Bale pun langsung menghasilkan dampak yang positif, sebab sang pemain berhasil mencetak gol atraktif untuk mengantarkan Madrid memimpin lagi.

Umpan silang Marcelo disambut Bale dengan tendangan salto spektakuler yang tak mampu dijangkau oleh Loris Karius. Gol yang dicetak Bale diyakini bakal dikenang sebagai salah satu gol terindah dalam sebuah laga final Liga Champions.

Tim asuhan Jurgen Kloop enggan menyerah begitu saja. Sadio Mane pun hampir menjebol gawang Navas untuk kali kedua di menit ke-70 dengan tembakan mendatar, sayangnya bola hanya mengenai tiang.

Perlawanan Liverpool akhirnya nampak sia-sia di menit ke-83 usai Gareth Bale mencetak gol keduanya berkat “bantuan” blunder kedua Karius yang tak mampu menahan bola hasil sepakan jarak jauhnya. Skor 3-1 pun mempertegas Madrid sebagai raja Eropa untuk kali ke-13 sepanjang sejarah.

(Okto – Satupedia.com)