Pelatih Roma Tak Ingin Tertipu Dengan Kondisi Kebugaran Messi



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco enggan tertipu dengan kondisi kebugaran Lionel Messi. Pasalnya, Lionel Messi sering disebut dalam kondisi tidak bugar, namun ia masih bisa tampil bagus dan sangat menyusahkan pemain lawan.

Pelatih Roma Tak Ingin Tertipu Dengan Kondisi Kebugaran Messi

Messi memang disebut tidak dalam kondisi yang bugar dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan kabar ini kembali mencuat jelang pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Barcelona kontra Roma, Rabu (11/4) dini hari WIB di Stadion Olimpico.

Baca juga : Cedera Kaki Kanan, Dutra Tidak Bisa Perkuat Persebaya

“Semua orang mengatakan dia tidak fir dan tiba-tiba saja dia mencetak hattrick,” buka EDF merujuk laga Barca kontra Leganes akhir pekan lalu.

“Itu artinya, kami harus berhasil untuk membatasi pergerakannya di antara garis. Kami harus sebanyak mungkin untuk mengurangi ruang di sekitarnya, dimanapun dia berada di lapangan,” sambung EDF.

Tapi EDF menilai bahwa Barcelona bukan hanya soal Messi. Sebab, ia melihat jika kekuatan utama Barca adalah mentalitas para pemainnya. Barca dianggap mempunyai mental yang sudah dibentuk sejak masih di level junior.

“Kekuatan Barca ada pada mentalitas mereka, yang sudah mulai dibentuk sejak akademi di usia muda dan telah dibangun selama bertahun-tahun. Mereka bermain dengan cara luar biasa dan menguasai bola dengan baik,” ulas EDF.

(Okto – Satupedia.com)

Bek AS Roma Tertantang Matikan Pergerakan Messi



KampusBola.com –

Roma – Bek AS Roma, Lorenzo Pellegrini merasa tertantang untuk mematikan pergerakan Lionel Messi. Ia juga yaki jika AS Roma memiliki peluang besar untuk mengalahkan salah satu klub besar di Eropa, Barcelona.

Bek AS Roma Tertantang Matikan Pergerakan Messi

AS Roma sendiri berhasil melaju ke babak perempat final setelah mengalahkan Shakhtar dengan agregat 2-2. Tim asuhan Eusebio Di Francesco mampu memastikan diri untuk lolos ke semifinal berkat aturan gol tandang. Pada babak ini, Roma dijadwalkan akan bertemu dengan Barcelona.

Baca juga : Belanda Kini Tahu Bagaimana Cara Meredam Ronaldo

Sementara di kubu Barcelona, merka mampu lolos ke babak yang sama setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat meyakinkan, 4-1. Di leg kedua, Barcelona berhasil menang dengan skor telak 3-0 berkat aksi Messi yang mencetak dua gol.

Dengan catatan tersebut, Pellegrini pun mengakui bahwa Messi merupakan pemain terbaik di dunia. Namun, ia yakin timnya bisa mengatasi ancaman dari Messi.

“Messi adalah yang terbaik di dunia,” ujar Pellegrini kepada Corriere dello Sport.

“Namun dia juga pernah kalah, dan mungkin kami akan mengalahkannya dalam beberapa hari lagi. Dia bisa menciptakan perbedaan, tapi 11 pemain ada di lapangan,” lanjutnya.

Pellegrini sendiri memang sering mendapat kepercayaan dari sang pelatih meskipun ia masih muda, yakni 21 tahun. Pellegrini tercatat telah bermain dalam 23 laga di ajang Serie A dan telah menyumbangkan tiga gol untuk Roma musim ini.

(Okto – Satupedia.com)

Otamendi Klaim Messi Sangat Ingin Raih Trofi Piala Dunia 2018



KampusBola.com –

Manchester – Bek Manchester City, Nicolas Otamendi mengklaim bahwa Lionel Messi sangat menginginkan trofi Piala Dunia 2018.

Otamendi Klaim Messi Sangat Ingin Raih Trofi Piala Dunia 2018

Messi

Messi sendiri telah meraih banyak trofi juara bersama dengan Barcelona. Bahkan ia juga mendapat penghargaan pribadi yang sangat banyak yang diantaranya adalah lima gelar Ballon d’Or. Namun di level internasional, Messi bisa dikatakan belum meraih kesuksesan.

Baca juga : Manajemen Chelsea Diminta Segera Selesaikan Masalah Dengan Conte

Pasalnya Messi belum pernah membawa timnas Argentina menjadi juara, baik di Copa America dan yang lebih penting lagi adalah trofi Piala Dunia.

Otamendi mengaku jika dirinya sangat memahami bahwa Messi saat ini sangat mengidamkan trofi Piala Dunia 2018. Otamendi juga menegaskan bahwa semua pemain Argentina bakal berusaha keras untuk membantunya mewujudkan mimpi Messi.

“Bagi Leo, (Piala Dunia) merupakan satu-satunya trofi yang hilang, tetapi itu tidak menghentikannya menjadi yang terbaik di dunia. Di Argentina, kami sangat menuntut, tetapi kami beruntung memiliki Leo – ia banyak membantu. Ia selalu tenang, ia mencoba untuk tampil bagus bagi tim. Ia adalah pesaing, pemenang, dalam permainan dan sesi latihan,” ujarnya pada Omnisport.

“Kadang-kadang permainan tidak berjalan seperti yang direncanakan tetapi ia selalu mencari yang terbaik untuk tim. Kami mencoba untuk membantunya, untuk memberikan apa yang ia butuhkan, untuk membuatnya berhasil dan mengambil keuntungan dari memilikinya dalam tim. Mengingat pemain yang dimiliki Argentina, (memenangkan Piala Dunia) adalah sebuah tuntutan yang kami semua inginkan, tetapi kami tidak akan memenangkannya di pertandingan pertama. Kami akan memainkan setiap pertandingan seperti final dan takdir akan memberi tahu kami di mana kami akan berakhir,” terangnya.

“Di Argentina, (Messi) sangat dihargai – ada perbandingan dengan (Diego) Maradona. Saya beruntung berbagi tim dengan Leo dan ia sangat ingin memenangkan gelar dengan negaranya lebih dari siapa pun,” tandasnya.

(Okto – Satupedia.com)

Messi Masih Megingat Momen Tumbang di Final Piala Dunia



KampusBola.com –

Jakarta – Bintang Argentina, Lionel Messi nampaknya masih mengingat momen saat timnya tumbang di final Piala Dunia 2014. Ia mengakui bahwa kekalahan di final waktu itu terasa sangat menyakitkan. Pada laga kontra Jerman, Argentina pun harus takhluk dengan skor 0-1 melalui gol yang dicetak Mario Gotze.

Messi Masih Megingat Momen Tumbang di Final Piala Dunia

Messi

Salah satu momen paling menyakitkan dalam laga final itu adalah saat para pemain Argentina harus melewati trofi Piala Dunia untuk menerima medali perak. Momen tersebut terasa menyakitkan karena Messi merasa sudah sangat dekat dengan tangga juara, namun mereka tak sanggup meraih trofi Piala Dunia tersebut.

Baca juga : Masuk Radar PSG, Allegri : “Saya Punya Kontrak Hingga 2020”

“Rasanya sangat berat karena kami tidak bisa mengangkat trofi Piala Dunia. Berjalan lewat di samping trofi Piala Dunia itu rasanya sangat menyakitkan. Kami ingin menghapus rasa sakit itu dengan menjadi juara Piala Dunia. Bisa sangat dekat tapi gagal mendapatkan gelar juara itu merupakan kekecewaan besar bagi kami,” terang Messi kepada Fox Sports Argentina.

Messi menyatakan bahwa kekalahan di final itu dianggapnya sebagai sebuah utang tersendiri oleh para pemain Argentina. Dengan demikian, para pemain Argentina juga merasa bahwa Piala Dunia 2018 bakal menjadi kesempatan terbaik untuk bisa menjadi juara.

“Kami punya hutang terhadap diri sendiri. kami tidak berutang apa pun kepada para fans karena kami selalu memberikan kemampuan kami 100 persen. Kami bisa mencapai tiga pertandingan final. Kami merasa bahwa kesempatan kami adalah sekarang atau tidak sama sekali. Ini adalah kesempatan terakhir bagi sebagian besar pemain di tim ini.”

(Okto – Satupedia.com)

Pelatih Mesir Akui Mohamed Salah Adalah Satu Diantara Pemain Terbaik Di Dunia



KampusBola.com –

Jakarta – Pelatih Mesir, Hector Cuper mengakui bahwa Mohamed Salah merupakan satu diantara pemain terbaik di dunia.

Pelatih Mesir Akui Mohamed Salah Adalah Satu Diantara Pemain Terbaik Di Dunia

Salah sendiri berhasil mencetak satu gol untuk Mesir, namun torehannya tersebut masih belum bisa mengantarkan timnya meraih kemenangan. Pasalnya Portugal mampu melesakkan dua gol di masa injury time saat bertanding di Zurich pada hari Jumat (23/03).

Baca juga : Kelelahan, Pelatih Denmark Memulangkan Andreas Christensen

Salah memang langsung tampil impresif setelah direkrut Liverpool dari AS Roma pada musim panas kemarin. Hingga sejauh ini, Salah sudah mencetak 28 gol di Premier League dalam 30 penampilan.

Kini Salah pun mulai dibandingkan dengan pemain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Pelatih Mesir, Hector Cuper pun tanpa ragu menyebut Salah sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

“Saya pikir tanpa ragu, Salah adalah salah satu pemain terbaik kami,” kata Cuper seperti dilansir Soccerway.

“Saya pikir Salah adalah salah satu pemain terbaik di dunia sekarang dan saya tidak tahu apakah dia bisa menjadi pemain terbaik di dunia tetapi apa yang dia lakukan sekarang benar-benar penting.”

(Okto – Satupedia.com)