Deschamps Puji Martial Sebagai Pemain Yang Komplit



KampusBola.com –

Paris – Pelatih Prancis, Didier Deschamps memberikan pujian kepada striker Manchester United, Anthony Martial, menurutnya sang pemain mempunyai segalanya sebagai seorang pemain sepakbola.

Deschamps Puji Martial Sebagai Pemain Yang Komplit

Martial

Martial kembali dipercaya untuk mengisi skuat Timnas Prancis di jeda Internasional terakhir. Pemanggilan Martial didasari oleh permainan yang apik sang pemain saat menjalani pertandingan bersama Manchester United di Old Trafford.

Baca juga : Roy Hodgson Tak Menyangkal Ruben Loftus-Cheek Bakal Kembali Ke Chelsea

Deschamps pun menyatakan bahwa Martial memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk menjadi pemain hebat.

“Dia bermain dengan baik, Anthony melakukannya dengan sangat baik. Dia punya segalanya, teknik, cara menggiring bola, dan juga kecepatan,” tutur sang pelatih di Sportsmole.

Martial juga mengaku sangat bangga bisa kembali dipercaya untuk bermain di level Internasional.

“Beberapa orang lupa bahwa saya masih berusia muda, namun dengan melihat talenta saya, mereka berharap saya akan berkembang dengan cepat. Saya ingin memenangkan sebanyak mungkin gelar juara di klub dan tim nasional. Saya juga ingin merebut tempat di skuat Piala Dunia.”

(Okto – Satupedia.com)

Lacazette : “Itu Pertandingan Terbaik Saya Bersama Prancis”

KampusBola.com –

London – Striker Arsenal, Alexandre Lacazette merasa sangat bahagia saat membela Prancis dalam pertandingan melawan Jerman. Pada pertandingan tersebut Lacazette mencetak dua gol, meskipun harus berakhir imbang dengan skor 2-2.

Lacazette : "Itu Pertandingan Terbaik Saya Bersama Prancis"

Lacazette

Lacazette menandai penampilan yang ke-16 di level Internasional dengan mencetak brace ke gawang Jerman, ia juga membantu timnya untuk menahan imbang timnas yang memiliki tribute juara dunia di Cologne.

Baca juga : Fellaini Masih Enggan Tanda Tangani Kontrak Baru di MU

Setelah pertandingan, Lacazette pun tidak segan menyebutkan jika dirinya sudah memainkan salah satu pertandingan terbaiknya bersama Timnas Prancis.

“Itu adalah pertandingan terbaik saya bersama Prancis, tidak ada perdebatan mengenai hal tersebut,” tutur Lacazette menurut FFT.

“Pelatih Didier Deschamps mengatakan saya bermain bagus. Hal tersebut membuat saya kian termotivasi. Ini adalah salah satu pertandingan di mana saya benar-benar bermain sebagai penyerang tengah, posisi terbaik saya, di pertandingan besar. Saya amat bahagia.”

“Akan ada jeda panjang sebelum saya kembali bermain untuk Prancis. Anda bisa katakan saya meninggalkan pelatih dengan kenangan indah.”

Lacazette kini telah mencetak enam gol untuk Arsenal dalam 11 pertandingan musim ini. Sang striker diharapkan bakal kembali menunjukkan aksinya untuk membobol gawang saat Arsenal menjamu Tottenham di duel derby London Utara akhir pekan ini.

Domenech Lebih Butuh Argentina Dibanding Italia di Piala Dunia



KampusBola.com –

Jakarta – Eks pelatih timnas Prancis, Raymond Domenech menganggap bahwa dirinya butuh melihat Argentina dibanding Italia di Piala Dunia 2018.

Domenech Lebih Butuh Argentina Dibanding Italia di Piala Dunia

Domenech

Italia kini memang terancam tidak bisa tampil di Piala Dunia 2018. Pasalnya mereka harus lebih dulu berjuang di babak play off melawan Swedia apabila ingin lolos untuk bermain di Piala Dunia di Rusia.

Baca juga : Cetak 12 Gol, Salah Kini Disebut Sebagai The New Suarez

Sementara itu, hal yang sama juga hampir menimpa Argentina. Sebab mereka nyaris gagal lolos sebelum akhirnya mengamankan tiket lolos langsung usai berhasil menang pada laga terakhir di babak kualifikasi zona Amerika Selatan melawan Ekuador.

“Piala Dunia jadi tragedi tanpa Italia? Itu menurut Anda, tapi bukan untuk dunia. Dunia akan lebih merasa kehilangan jika Argentina yang tidak tampil,” ucap Domenech.

Domenech pun masih tetap meyakini jika Italia bakal ambil bagian di Piala Dunia 2018. Ia juga menilai bahwa Italia punya skuat yang bagus dan akan sangguo mengalahkan Swedia di babak play off nanti.

“Apakah Italia akan lolos? Tentu saja. Lihat tahun 2006. Mereka memiliki banyak sekali masalah tampi masih bisa menjadi juara,” tegasnya.

“Italia memiliki pemain berpengalaman dan tahu bagaimana cara untuk menangani tekanan. Swedia punya pemain seperti itu, tapi lebih sedikit. Mereka hampir saja lolos dari grupnya, tapi hidup ini memang rumit,” tandasnya.

Italia bakal menjalani pertandingan leg pertama melawan Swedia pada Sabtu (11/11) di Friends Arena. Empat hari kemudian giliran Italia yang bakal menjamu Swedia di San Siro.

(Okto – satupedia.com)

Giroud Dianggap Lebih Pantas Menjadi Starter di Les Blues Dibanding Mbappe



KampusBola.com –

Paris – Menurut mantan gelandang timnas Prancis, Robert Pires jika Olivier Giroud lebih pantas dipasang menjadi Starter di Les Blues dibanding Kylian Mbappe agar bisa sukses di Piala Dunia 2018.

Giroud Dianggap Lebih Pantas Menjadi Starter di Les Blues Dibanding Mbappe

Pemain berusia 18 tahun tersebut memang tampil impresif sejak musim lalu saat masih bersama AS Monaco hingga kini bersama PSG. Dari performanya itu akhirnya ia menjadi andalan Didier Deschamps di lini serang timnas Prancis.

Baca juga : Leicester Ingin Gaet Pemain Pengangguran Ini

Mbappe pernah diturunkan menjadi starter saat Prancis menang 1-0 lawan Bulgaria di Kualifikasi Piala Dunia 2018 kemarin. Ia diberikan tugas untuk mendampingi Alexandre Lacazette dan Antoine Griezmann saat itu.

Pires memiliki pendapat yang berbeda dengan Deschamps, menurutnya jangan terus memainkan Mbappe sebagai starter, sebab ia masih terlalu belia dan juga belum punya banyak pengalaman di pentas internasional.

“Sudahkah orang lupa usianya atau apa? Ia baru berusia 18 tahun. Ia memiliki potensi untuk menjadi jauh di atas rata-rata dan ya itu mutlak diperlukan baginya untuk terus bermain, tapi dari sana membuatnya menjadi pemimpin? Terlalu banyak tekanan pada dirinya. Jangan bakar sayapnya,” cetus Pires pada Le Parisien.

“Saya terkejut dengan pilihan sistem ini. Saya lebih suka skema 4-4-2 yang memungkinkan untuk memiliki dua penyerang dan wingman sejati yang bisa bekerja secara ofensif dan defensif. Saya merasa skema itu lebih seimbang. Dengan Lacazette, Anda harus bersabar. Secara defensif, ia telah berusaha. Saya tidak khawatir dalam jangka panjang.”

“Tapi untuk Piala Dunia, Deschamps tidak akan banyak berubah dan akan menghormati hirarki dengan memilih Giroud sebelum Lacazette. Dengan Olivier, ia bisa mengandalkan seorang profesional hebat yang tidak akan pernah menimbulkan masalah dan Anda dapat mengandalkannya,” cetusnya.

Timnas Prancis dijadwalkan akan berhadapan dengan Belarusia pada tengah pekan ini. Jika meraih kemenangan maka mereka akan memastikan diri lolos ke Rusia tahun depan.

(Okto – Satupedia.com)

Deschamps Berikan Konfirmasi Cedera Kante



KampusBola.com –

Paris – Pelatih Prancis, Didier Deschamps memberikan konfirmasi tentang cedera hamstring yang didapat gelandang N’Golo Kante saat Prancis menghadapi Bulgaria dini hari tadi.

Deschamps Berikan Konfirmasi Cedera Kante

Didier Deschamps

Kante dipercaya turun sebagai starter dalam laga ini, namun pemain asal Chelsea ini terpaksa harus menepi di menit ke-34 dan digantikan Adrien Rabiot setelah merasa kesakitan pada pahanya.

Baca juga : Gagal di Inter, Gabigol Masih Ingin Tampil di Piala Dunia 2018

“Ia (Kante) mengalami masalah otot di belakang pahanya. Ia pasti tak akan bermain Selasa besok (versus Belarusia),” ujar Deschamps seperti dikutip Metro.

“Kante dan Rabiot sangat mungkin bergantian. Anda butuh keseimbangan. Kante memilih tugas yang sangat penting,” lanjutnya.

“Rabiot bisa memainkan tugas itu, tapi hasil dari N’Golo mungkin berpengaruh ke tim, meski itu tak berpengaruh sama sekali ke Adrien,” tambahnya.

Cedera yang dialami Kante bakal menjadi pukulan bagi Chelsea yang akan menghadapi tim London lainnya, Crystal Palace pekan depan.

(Okto – Satupedia.com)